Beranda Politik Pengamat: PSI Sudah Gagal Sejak Diisi oleh Politisi Oportunis

Pengamat: PSI Sudah Gagal Sejak Diisi oleh Politisi Oportunis

PSI yang dahulu dikenal dengan semangat kolektif dan loyalitas antarkader yang kuat kini justru terlihat semakin tidak solid.

0
Istimewa

Selanjutnya dia menyinggung posisi Grace Natalie yang disebutnya sebagai peletak pondasi awal PSI, namun kini dinilai seolah tidak mendapatkan pembelaan yang layak ketika menghadapi persoalan politik.

“Bayangkan saja, figur seperti Grace Natalie yang menjadi peletak pondasi awal PSI seolah tidak mendapatkan pembelaan yang layak ketika menghadapi persoalan politiknya. Nama dan perannya seperti mulai disingkirkan,” katanya.

Menurut dia, masuknya banyak politisi oportunis telah membawa budaya politik toksik yang perlahan mengubah karakter internal partai. Akibatnya, kader lama yang sebelumnya berada di garis depan perjuangan mulai tersingkir.

“Orang-orang lama saya yakin yang awalnya ada di garda terdepan, bakal makin mundur di shaf paling belakang. Loyalitas menjadi lemah, solidaritas menurun, dan politik transaksional pastinya ke depan bakal lebih dominan dibanding perjuangan kolektif,” jelasnya.

Karena itu, Nurul Fatta meminta Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep segera mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan identitas partai.

“PSI tidak hanya membutuhkan modal finansial atau figur populer. PSI juga membutuhkan modal sosial, mulai kepercayaan kader, loyalitas internal, dan rasa kebersamaan di dalam partai,” tegasnya.

Ia pun menilai PSI akan sulit mempertahankan militansi dan identitas politiknya apabila terus dikuasai kepentingan pragmatis.

“PSI itu sudah gagal sejak banyak politisi oportunis masuk ke partai ini,” pungkasnya. 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait