“UPI memiliki lebih dari 14 ribu mahasiswa aktif dan memiliki pengalaman riset, termasuk di bidang sistem informasi dan kebencanaan. Potensi ini siap kami sinergikan untuk mendukung program pembangunan daerah secara konkret,” ungkap Ridwan.
Ia menambahkan, UPI YPTK siap berperan sebagai mitra akademik dan teknis dalam pengembangan sistem informasi, pengelolaan data, serta pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan pengambilan kebijakan di Sumbar.
Adapun perguruan tinggi yang menandatangani kerja sama tersebut yakni Universitas Bung Hatta, Universitas Putra Indonesia, Universitas Ekasakti, Universitas Tamansiswa, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Universitas Dharma Andalas, dan Universitas Mercubakti.
Sementara itu, Direktur Operasional TMII, Dede Noviardi menyampaikan anjungan merupakan elemen utama yang menjadi identitas sekaligus daya tarik TMII sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.
“Taman Mini tanpa anjungan tidak mempunyai nilai, karena seluruh anjungan merupakan daya tarik dari setiap provinsi yang menggambarkan kekayaan budaya, tradisi, dan karakter daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, anjungan tidak hanya berfungsi sebagai simbol daerah, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Karena itu, kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan fungsi anjungan sebagai destinasi wisata budaya nasional.