Mahyeldi mengingatkan ketenaran kuliner Padang harus dibuktikan dengan kualitas. Konsistensi rasa, keamanan bahan, kebersihan pengolahan dan pelayanan menjadi kunci agar pengalaman kuliner Padang mampu bersaing. “Popularitas merupakan modal awal, bukan tujuan akhir. Kuliner Padang harus memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat pelaku usaha lokal, menjaga warisan budaya, dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mendukung langkah Padang menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO bidang gastronomi, namun mengingatkan pengakuan internasional tidak boleh sekadar menjadi gelar. Menurutnya, ukuran keberhasilan justru terletak pada kemampuan gastronomi mengangkat UMKM, membuka ruang bagi generasi muda, meningkatkan nilai bahan pangan lokal serta memberikan pengalaman wisata yang aman dan bermakna. “UMKM harus naik kelas, pengetahuan tradisional harus dilestarikan, generasi muda harus diberi ruang, bahan pangan lokal harus semakin dihargai, pasar harus bersih, limbah harus dikurangi, dan wisatawan harus mendapatkan pengalaman yang aman serta bermakna,” ujarnya.
Mahyeldi menilai kekuatan gastronomi tidak hanya berada di restoran. Di balik setiap hidangan terdapat petani, nelayan, peternak, pedagang, juru masak, pelaku UMKM hingga keluarga yang menjaga resep secara turun-temurun. Karena itu, pengetahuan kuliner perlu didokumentasikan dan diwariskan melalui sekolah, perguruan tinggi, lembaga adat, komunitas dan keluarga.