Beranda Berita Pemprov DKI Jakarta Tidak akan Beri Ruang Praktik Premanisme dalam Bentuk Apa Pun

Pemprov DKI Jakarta Tidak akan Beri Ruang Praktik Premanisme dalam Bentuk Apa Pun

Pramono mengingatkan kompleksitas Jakarta sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk besar turut memengaruhi dinamika keamanan.

0
Istimewa

CARAPANDANG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai capaian Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara tidak cukup menjadi tolok ukur utama keamanan. Dia menegaskan, respons cepat terhadap gangguan di tingkat akar rumput justru lebih menentukan rasa aman warga.

“Jakarta ini yang menempatkan kota nomor dua (teraman), itu bukan kata Gubernur, tetapi hasil survei dunia,” kata Pramono seperti dilansir Sinpo.id,  Sabtu, 11 April 2026.

“Dalam persoalan itu masih ada tukang bakso yang dipalak di Tanah Abang, kami bergerak cepat, itu menjadi perhatian serius kami," sambungnya. 

Pernyataan itu merujuk pada hasil Global Residence Index 2026 yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota paling aman di kawasan ASEAN. Namun, Pramono menekankan angka survei tidak serta-merta mencerminkan kondisi riil yang dialami masyarakat kecil.

"Kasus pemalakan terhadap pedagang bakso di kawasan Tanah Abang menjadi contoh yang disorot. Peristiwa tersebut menunjukkan masih adanya praktik premanisme yang berdampak langsung pada warga," ucap dia. 

Pramono mengaku langsung menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja untuk menindak pelaku. 

“Saya pada saat itu juga langsung menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan dan yang memalak, yang memecahkan mangkok-mangkoknya langsung ditangkap dan ditahan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait