Ia menilai kehadiran RA Ikhlas Model DWP sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam menciptakan generasi yang cerdas, religius, dan berdaya saing.
“Pendidikan usia dini merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia. Kami berharap lembaga ini dapat melahirkan generasi Qurani yang disiplin, berwawasan, dan mampu menjadi penerus pembangunan di Kota Payakumbuh,” ujarnya.
Elzadaswarman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, organisasi masyarakat, tenaga pendidik, dan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Menurut dia, Pemko Payakumbuh siap bersinergi dalam pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal yang mengedepankan filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa mengatakan status “Model” yang disematkan pada RA Ikhlas membawa tanggung jawab besar dalam menjaga mutu pendidikan anak usia dini.
“RA Ikhlas Model ini diharapkan menjadi barometer pendidikan anak usia dini di Sumatera Barat, khususnya di bawah naungan Kementerian Agama. Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan namun tetap kuat dalam pendidikan akhlak,” kata Mustafa.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap berbagai program pendidikan dan keagamaan di daerah.