Mensos optimistis seluruh pembangunan dapat rampung tepat waktu sehingga gedung permanen dapat digunakan untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.
Total sekitar 60.000 tenaga kerja terlibat dalam proyek ini di 100 titik lebih.
Setiap bangunan permanen SR dirancang mampu menampung sekitar 1.000 hingga 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan konsep pendidikan berasrama.
Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini menyasar anak-anak dari keluarga dengan kesejahteraan terendah (Desil 1-4) berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah menargetkan pendirian total 500 Sekolah Rakyat permanen hingga tahun 2029 yang mampu menjangkau sekitar 540.000 siswa kurang mampu setiap tahunnya.