Muhadjir menegaskan pembiayaan proyek tidak akan bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan melalui skema investasi yang dikelola Danantara dengan melibatkan investor, termasuk dari Arab Saudi.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga menyiapkan skema pendanaan tambahan sekitar Rp1,7 triliun guna menutup kebutuhan operasional tanpa membebani jamaah.