Beranda Internasional Pemerintah Dinilai Tidak Transparan, Seruan Penyelidikan Independen Korban Tewas Menguat di Iran

Pemerintah Dinilai Tidak Transparan, Seruan Penyelidikan Independen Korban Tewas Menguat di Iran

Data resmi Yayasan Martir mencatat 3.117 orang tewas, termasuk anggota aparat keamanan.

0
Gelombang protes Iran (The Guardians)

Meski demikian, upaya identifikasi korban dinilai menghadapi kendala besar karena keluarga korban berisiko menghadapi intimidasi atau pembalasan, terutama jika mereka menyatakan anggota keluarganya tewas akibat tindakan aparat keamanan.

Keyakinan publik bahwa jumlah korban jauh lebih besar dari data resmi tercermin dari pernyataan Serikat Guru Teheran.

Dalam pernyataannya, serikat tersebut menuntut pembebasan seluruh tahanan dan menyebut bahwa dalam waktu kurang dari sepekan telah terjadi salah satu bab paling berdarah dalam sejarah penindasan kontemporer Iran, dengan puluhan ribu korban termasuk anak-anak dan perempuan.

Analis reformis Ahmad Zeidabadi menilai ketidakpercayaan antara negara dan masyarakat telah berkembang begitu dalam sehingga banyak warga tidak lagi menerima data resmi pemerintah. Ia mengusulkan agar Iran mengizinkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim tim pencari fakta independen.

Melalui kanal Telegram pribadinya, Zeidabadi mempertanyakan alasan pemerintah tidak menyerahkan penyelidikan kepada lembaga internasional yang sah agar hasilnya tidak mudah diragukan oleh oposisi maupun negara lain.

Seruan serupa juga disampaikan Reform Front, aliansi kelompok reformis yang sebelumnya mendukung terpilihnya Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Mereka mendesak pembentukan komite independen untuk menyelidiki apa yang mereka sebut sebagai bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menyampaikan laporan secara terbuka kepada publik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait