Beranda Edukasi Pemberontakan Daerah dan Keterlibatan CIA dalam Upaya Menekan Pemerintah Indonesia

Pemberontakan Daerah dan Keterlibatan CIA dalam Upaya Menekan Pemerintah Indonesia

Sejumlah dokumen yang kemudian dideklasifikasi oleh pemerintah Amerika Serikat mengungkap bahwa CIA memberikan dukungan langsung kepada PRRI dan Permesta sebagai bagian dari strategi Perang Dingin untuk membendung pengaruh komunisme di Asia Tenggara.

0
Ilustrasi (Instagram: CIA)

Sejumlah dokumen yang kemudian dideklasifikasi oleh pemerintah Amerika Serikat mengungkap bahwa CIA memberikan dukungan langsung kepada PRRI dan Permesta sebagai bagian dari strategi Perang Dingin untuk membendung pengaruh komunisme di Asia Tenggara.

Dukungan tersebut meliputi:

Pendanaan operasional

Penyediaan senjata dan logistik

Pelatihan militer

Penggunaan pilot bayaran untuk melakukan serangan udara terhadap wilayah Indonesia

Fakta keterlibatan CIA semakin kuat setelah insiden jatuhnya pesawat B-26 Invader pada 18 Mei 1958 di Ambon, yang diterbangkan oleh Allen Lawrence Pope, seorang pilot Amerika Serikat. Pope tertangkap hidup-hidup oleh TNI AU, dan pengakuannya menjadi bukti konkret keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik internal Indonesia.

Presiden Soekarno menilai PRRI dan Permesta sebagai pemberontakan yang mengancam kedaulatan negara. Pemerintah pusat kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran, di antaranya:

Operasi Tegas

Operasi Merdeka

Operasi Saptamarga

Melalui operasi tersebut, TNI berhasil memukul mundur kekuatan PRRI dan Permesta. Pada pertengahan 1961, sebagian besar pimpinan pemberontakan menyerahkan diri atau melarikan diri ke luar negeri.

Pemberontakan PRRI–Permesta meninggalkan dampak besar bagi perjalanan politik Indonesia. Pemerintah pusat memperketat kontrol terhadap daerah, sekaligus memperkuat posisi Presiden Soekarno dalam menerapkan Demokrasi Terpimpin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait