Integrasi teknologi pendidikan juga diperkuat dengan optimalisasi akun belajar.id yang wajib dimiliki oleh para pendidik. Melalui akun ini, guru dapat menyimpan materi di Google Drive dengan kapasitas memori yang besar serta mengakses platform digital pemerintah seperti Rumah Pendidikan yang menyediakan ruang guru, ruang murid, hingga media pembelajaran interaktif secara gratis.
Dampak positif tidak hanya dirasakan oleh tenaga pendidik, melainkan juga oleh para siswa. Naysiffa Aiera Yustika Putri, kelas XI di SMAN 14 Bandar Lampung salah satunya.
Ia mengatakan bahwa metode belajar visual dan interaktif, termasuk adanya gim edukasi di dalam IFP, membuat suasana kelas menjadi jauh dari kata membosankan.
”Dengan adanya gim di IFP, pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik, dan menyenangkan. Jadi, tidak membosankan”, kata Naysiffa.
Di lain sisi, pihak sekolah berharap agar ada penambahan kuota unit IFP yang merata di setiap jenjang kelas dan mengadakan pelatihan membuat konten edukasi sebagai bahan ajar sehingga meningkatkan motivasi belajar para siswa.
”Penambahan IFP di tiap kelas, membantu para siswa belajar secara mandiri. Lalu, konten edukasi dibuat sebagai bahan ajar yang baik memerlukan pelatihan agar nantinya IFP dapat digunakan tanpa internet, cukup dengan bahan ajar yang telah dibuat,” tambah Romiyati.