Menurutnya, alokasi dana tersebut diprioritaskan untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Program yang dibiayai meliputi peningkatan sistem penyediaan air minum, pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh, pembangunan sistem drainase perkotaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan provinsi, pembangunan serta penggantian jembatan, pemeliharaan rutin jalan, pengadaan Jembatan Bailey, hingga penguatan tata ruang dan pengawasan penyelenggaraan infrastruktur.
Dari keseluruhan alokasi, porsi terbesar digunakan untuk rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp104,39 miliar, rekonstruksi jalan provinsi Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp26,73 miliar, pengadaan Jembatan Bailey Rp14,20 miliar, serta pemeliharaan rutin jalan provinsi sebesar Rp15,85 miliar.
Armizoprades menjelaskan bahwa progres pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Persentase realisasi yang masih berada pada kisaran 20 persen bukan disebabkan keterlambatan pekerjaan, melainkan karena sebagian besar kegiatan masih berada pada tahapan administrasi, pengadaan, maupun pelaksanaan teknis yang mesti dilalui sesuai ketentuan yang berlaku.