CARAPANDANG - Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (18/2) memperingatkan tentang serangan drone mematikan oleh kedua pihak yang bertikai dalam perang saudara di Sudan, ketika sebuah konvoi kemanusiaan sampai di dua kota yang dikepung.
"Kami bergabung dengan komisaris tinggi hak asasi manusia kami, Volker Turk, dalam menyatakan kekhawatiran atas laporan bahwa lebih dari 50 warga sipil tewas terbunuh dalam serangan-serangan drone yang dilakukan oleh pihak-pihak yang berkonflik di Sudan selama dua hari di pekan ini," ujar Stephane Dujarric, juru bicara sekretaris jenderal PBB.
"Pembunuhan-pembunuhan terbaru ini kembali menjadi pengingat akan dampak dahsyat yang menghancurkan warga sipil akibat meningkatnya perang drone di Sudan," ujar Dujarric. "Kami menegaskan kembali seruan kami kepada kedua pihak agar menghentikan kekerasan dan berdialog demi tercapainya gencatan senjata."
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Rabu mengatakan bahwa konvoi 26 truk yang mengangkut pasokan penyelamat jiwa untuk lebih dari 130.000 orang telah mencapai kota Dilling dan Kadugli di Kordofan Selatan, menjadi konvoi bantuan pertama yang tiba setelah lebih dari tiga bulan.
Dipimpin oleh Program Pangan Dunia, Dana Anak-Anak PBB, dan Program Pembangunan PBB, konvoi tersebut mengalami keterlambatan selama beberapa pekan akibat tingginya tingkat kerawanan di sepanjang rute, kata OCHA.