CARAPANDANG.COM, YERUSALEM -- Panglima militer Israel, Eyal Zamir, pada Minggu (21/6) mengatakan bahwa gencatan senjata yang diumumkan di Lebanon sehari sebelumnya bersifat "rapuh," demikian menurut pernyataan dari Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF).
Saat melakukan penilaian situasi bersama para komandan senior dari unit-unit yang beroperasi di Lebanon selatan, Zamir menyatakan bahwa militer harus mempertahankan tingkat kesiapsiagaan yang tinggi untuk dimulainya kembali operasi tempur dan menetralisasi ancaman.
Dia menambahkan bahwa militer Israel terus bertempur, dan tujuannya tetap untuk melindungi komunitas-komunitas di Israel utara.
"Kami berada di tengah operasi di berbagai front dan terus bertahan dari Hizbullah," tambahnya.
Zamir mengeklaim bahwa Hizbullah telah mengalami pukulan berat dan signifikan serta berada dalam "posisi yang sangat sulit," sembari mencatat bahwa dalam dua hari terakhir, militer Israel telah menetralisasi jajaran komando tingkat menengah yang signifikan di sejumlah unit Hizbullah.
Jumlah korban tewas kumulatif akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah meningkat menjadi 4.057 orang, dengan 12.121 orang terluka, menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Lebanon pada Sabtu (20/6).