Beranda Berita Pancasila Jangan Hanya Sebagai Simbol Tapi Harus Menjadi Living Ideology

Pancasila Jangan Hanya Sebagai Simbol Tapi Harus Menjadi Living Ideology

Nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus dijaga dan dihidupkan di tengah berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

0
Istimewa

CARAPANDANG – Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam Pancasila harus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Pesan ini disampaikan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi menjelang peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni.

Dalam dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026 secara khusus dia berpesan kepada kaum muda Indonesia di tengah perkembangan era digital ini nilai-nilai Pancasila harus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia tegas mengatakan Pancasila jangan hanya berhenti sebagai simbol atau slogan semata, melainkan harus menjadi “living ideology” atau ideologi yang hidup dan dihayati masyarakat, sekaligus “working ideology” yang diterapkan dalam praktik kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology,” ujarnya.

Dia menilai nilai-nilai persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus dijaga dan dihidupkan di tengah berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

Pada kesempatan ini dia mengajak agar masyarakat menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial dengan menyebarkan pesan-pesan kebangsaan, persatuan, dan semangat toleransi.

“Jangan biarkan nilai-nilai Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait