Setelah serangkaian percobaan serangan, Indonesia memecahkan kebuntuan melalui gol Ole Romeny. Gol bermula dari umpan panjang Ragnar Oratmangoen dari lini tengah yang mengarah langsung kepada Ole.
Striker timnas itu lolos dari pengawalan bek Mozambik dan menggiring bola dengan cepat ke dalam kotak penalti. Saat berhadapan dengan kiper, Ole menunjukkan ketenangan dengan melewati penjaga gawang sebelum melepaskan tembakan yang gagal dibendung bek lawan.
Setelah tertinggal 0-1, Mozambik meningkatkan agresivitas permainan, tetapi tak berhasil menciptakan peluang yang benar-benar mengancam gawang Indonesia yang dikawal Maarten Paes.
Indonesia sendiri terus menggempur dan menciptakan peluang. Ole nyaris mencetak gol keduanya pada penghujung babak pertama, namun sepakannya melebar di sisi gawang lawan.
Pada babak kedua, pelatih John Herdman mengubah strategi dengan memasukkan tiga pemain sekaligus, yaitu Sandy Walsh, Nathan Tjoe-A-On, dan Raihan Hannan untuk menggantikan Rizky Ridho, Ivar Jenner, dan Marselino Ferdinan.
Dengan kekuatan baru, Indonesia kembali menggempur pertahanan Mozambik. Peluang penting kembali tercipta melalui pergerakan Hannan yang menusuk cepat dari sisi sayap sebelum mengirim umpan matang kepada Nathan. Namun, sepakan keras Nathan membentur mistar gawang.