Laporan itu menyebut Trump memang aktif mengunggah pesan di Truth Social, tetapi tidak menghabiskan waktu untuk menanggapi pengguna lain di media sosial.
Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles baru-baru ini bahkan menyarankan Vance untuk beristirahat dari media sosial karena menilai perdebatan semacam itu tidak pantas bagi jabatannya, menurut sumber yang dikutip NYT.
Meski demikian, orang-orang dekat Trump dan Vance masih meyakini bahwa wakil presiden tersebut merupakan sosok yang paling tepat untuk menjadi penerus Trump, tulis surat kabar itu.
Partai Republik harus menentukan calon presiden baru sebelum pemilihan presiden November 2028 karena Trump tidak bisa mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berdasarkan Konstitusi AS.
Trump sebelumnya mengatakan Partai Republik memiliki sejumlah calon potensial untuk menggantikannya, termasuk JD Vance, Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem. dilansir antaranews.com