CARAPANDANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merespon ramainya pemberitaan soal rencana pemerintah Indonesia akan pengiriman 5.000 hingga 8.000 tentara Indonesia ke Gaza.
Menurut Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim pemerintah Indonesia harus bersikap ekstra hati-hati menyikapi wacana tersebut.
Dia mengaitkan pengiriman pasukan tersebut dengan skema International Stabilization Force (ISF) yang berada di bawah kendali Amerika Serikat. Menurutnya ISF dirancang untuk mendukung pengurangan kekuatan bersenjata di Gaza dan Palestina. Dalam praktiknya, hal ini menjadikan pelucutan senjata Hamas sebagai sasaran utama.
“Ini, artinya pelucutan senjata Hamas yang selama ini melakukan perlawanan adalah menjadi program penting. Jadi, logikanya jelas, selama ada Hamas dan Hamas bersenjata, maka keamanan wilayah tidak akan terwujud,” tegasnya dalam pernyataan tertulis, Selasa, 10 Februari 2026.