CARAPANDANG - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, secara resmi menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat yang disampaikan melalui dua negara perantara. Penolakan ini menegaskan sikap konfrontatif Teheran di tengah perang yang telah memasuki minggu ketiga.
Seorang pejabat senior Iran yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa sikap Khamenei untuk membalas dendam terhadap AS dan Israel sangat tegas dan serius dalam sesi kebijakan luar negeri pertamanya.
Dalam pernyataannya, pemimpin tertinggi Iran menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk perdamaian sampai Amerika Serikat dan Israel bertekuk lutut, menerima kekalahan, dan membayar kompensasi.
Penolakan ini sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyatakan bahwa Iran mulai menunjukkan keinginan untuk bernegosiasi.
Trump pekan lalu mengaku menolak tawaran tersebut karena ketentuannya belum cukup baik.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan kembali posisi negaranya. "Kami tidak pernah meminta gencatan senjata atau perundingan. Klaim seperti itu adalah khayalan," tulis Araghchi di media sosial X, seperti dikutip Antara.
Ia menegaskan bahwa militer Iran akan terus melawan sampai AS menyadari bahwa "perang ilegal" yang dimulainya adalah kesalahan besar.