Sementara itu, studi lain yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine melaporkan bahwa manfaat tersebut tetap terlihat baik pada kopi berkafein maupun tanpa kafein.
Hal ini mengindikasikan bahwa kandungan antioksidan dan senyawa bioaktif dalam kopi, seperti polifenol, berperan dalam efek perlindungan terhadap kesehatan.
Para peneliti menjelaskan bahwa kopi mengandung lebih dari seribu senyawa aktif yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Senyawa ini diyakini dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan, meningkatkan sensitivitas insulin, serta menjaga kesehatan pembuluh darah.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hasil penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak dapat sepenuhnya membuktikan hubungan sebab-akibat.
Konsumsi kopi berlebihan tetap berpotensi menimbulkan efek samping, seperti gangguan lambung, jantung berdebar, kecemasan, dan gangguan tidur.
Organisasi kesehatan merekomendasikan konsumsi kafein maksimal sekitar 400 miligram per hari atau setara dengan tiga hingga empat cangkir kopi bagi orang dewasa sehat.
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari tambahan gula dan krimer berlebihan agar manfaat kesehatan tetap optimal.
Para peneliti menyimpulkan bahwa kopi dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat jika dikonsumsi secara seimbang, disertai dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik teratur, serta tidak merokok.