Namun, karena asam jengkolat ini mengkristal dan tidak larut dalam air, tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh pengidap penyakit ginjal karena ginjal mungkin tidak dapat menyaringnya.
Ketahui juga informasi lain mengenai,Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh; informasi lengkapnya berikut ini.
Tips Aman Mengonsumsi Jengkol
Meskipun banyak orang menyukai rasa dan aroma khasnya, jengkol tetap perlu dikonsumsi dengan cara yang tepat agar aman untuk kesehatan.
Selain kaya serat dan nutrisi, manfaat jengkol juga mencakup peran dalam menjaga pencernaan dan membantu rasa kenyang lebih lama.
Namun, konsumsi yang berlebihan bisa menimbulkan masalah seperti jengkolan. Berikut tips aman yang bisa kamu coba:
1. Pilih jengkol yang segar
Pastikan jengkol tidak terlalu tua, tidak berjamur, dan tidak berbau terlalu menyengat. Jengkol yang segar akan lebih mudah diolah dan lebih aman dikonsumsi.
2. Rendam sebelum dimasak
Merendam jengkol beberapa jam atau semalaman dapat membantu mengurangi kandungan asam jengkolic yang dapat memicu nyeri saat buang air kecil. Cara ini membuat kamu tetap bisa mendapatkan manfaat jengkol tanpa efek samping yang berlebihan.
3. Masak hingga benar-benar matang
Memasak jengkol dengan teknik presto, rebus, atau tumis hingga lembut dapat menurunkan risiko jengkolan. Semakin matang, semakin rendah kandungan senyawa penyebab iritasi.
4. Jangan makan berlebihan