Letak Kota Payakumbuh yang berada di jalur perlintasan utama, serta aktivitas pasar yang berlangsung hampir 24 jam, menjadikan pasar tersebut sebagai urat nadi ekonomi warga.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah pusat harus hadir mendukung penguatan ekonomi daerah, salah satunya dengan menghidupkan kembali pasar. Pasar Payakumbuh ini jelas merupakan urat nadi perekonomian masyarakat,” ucapnya.
Selain sebagai respons atas musibah kebakaran, revitalisasi pasar juga dinilai mendesak mengingat usia bangunan yang telah puluhan tahun. Berdasarkan catatan historis, Pasar Payakumbuh mulai dibangun sejak 1982.
“Dengan usia bangunan yang sudah lama, revitalisasi memang sudah semestinya dilakukan. Pemerintah pusat tentu mendukung pembangunan Pasar Payakumbuh sepanjang sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden yang menekankan pembangunan harus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Niat kami adalah membantu masyarakat agar perekonomiannya semakin baik. Karena pasar ini menjadi urat nadi ekonomi Payakumbuh, maka revitalisasinya akan kami dukung sepenuhnya,” tutupnya.
Saat rapat terbatas bersama Menteri PU di Batusangkar, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyatakan pemerintah daerah siap menindaklanjuti seluruh tahapan teknis yang dibutuhkan guna mempercepat proses revitalisasi pasar.