Keputusan ini memastikan bahwa Tim Melli, julukan timnas Iran, tidak akan ambil bagian dalam putaran final yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Berdasarkan undian Desember lalu, Iran tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Seluruh pertandingan penyisihan grup Iran dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, dengan dua laga di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle.
Ketidakpastian partisipasi Iran sebenarnya sudah terlihat sebelumnya. Iran menjadi satu-satunya negara yang absen dalam pertemuan perencanaan Piala Dunia yang digelar di Atlanta, Georgia, pekan lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh seluruh federasi peserta lainnya.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, sebelumnya juga telah mengisyaratkan potensi boikot. Ia mengaitkannya dengan insiden di Piala Asia putri di Australia, di mana enam pemain Iran memilih untuk tetap tinggal di Australia setelah mendapatkan visa kemanusiaan.
"Orang waras mana yang akan mengirim tim nasionalnya ke AS jika Piala Dunia dipolitisasi seperti di Australia?" kata Taj.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino mengaku telah bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan mendapat jaminan bahwa tim Iran tetap dipersilakan untuk bertanding di turnamen tersebut.
Dalam unggahan Instagram-nya, Infantino menyatakan Trump menegaskan bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat.