CARAPANDANG - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pihaknya terus mempercepat program hilirisasi perkebunan rakyat yang mencakup areal seluas 870 ribu hektare di berbagai daerah.
"Perkebunan kita hilirisasi. Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN Pangan kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, mente, kelapa dan tebu," kata Amran usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan percepatan hilirisasi dilakukan seiring dengan program penanaman berbagai komoditas perkebunan yang telah dimulai pada 2025 dan akan dilanjutkan hingga 2027.
Menurut Amran, total luasan program perkebunan rakyat tersebut mencapai sekitar 870 ribu hektare yang diperuntukkan bagi petani di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Papua.
Di sektor hilirisasi, kata Mentan, pembangunan fasilitas pengolahan komoditas perkebunan juga terus berjalan di sejumlah daerah. Untuk komoditas kelapa, satu pabrik hilirisasi telah terbangun di Maluku Utara. Selain di Maluku Utara, pembangunan fasilitas hilirisasi juga dilakukan di Morowali, Sulawesi Tengah serta Indragiri Hilir, Riau.
Amran berharap percepatan hilirisasi perkebunan rakyat tersebut dapat meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di berbagai daerah.