"Dengan adanya perpecahan politik dalam sistem internasional serta kemungkinan penggunaan hak veto di Dewan Keamanan PBB, mencapai konsensus mengenai mekanisme kompensasi akan sangat sulit," kata Al-Qahtani.
Dia menambahkan, "Bahkan jika dibahas, prosesnya bisa memakan waktu bertahun-tahun karena negosiasi dan sengketa hukum."
JAMINAN INTERNASIONAL YANG TEGAS TERHADAP AGRESI DI MASA DEPAN
-- Ibrahim menyebut bahwa jaminan internasional yang tegas sulit untuk diterapkan karena "ketidakpercayaan yang mendalam di antara pihak-pihak yang bertikai."
Selain itu, "pengalaman-pengalaman di masa lalu di kawasan ini menunjukkan bahwa jaminan internasional saja seringkali tidak cukup untuk mencegah konflik di masa depan, terutama ketika ketegangan geopolitik yang mendasarinya belum terselesaikan," imbuhnya.
-- Analis politik Yordania, Amer Sabaileh, berpendapat bahwa AS dan Israel menginginkan perubahan radikal di Iran, sehingga pengakuan atas prasyarat yang diajukan Iran menjadi tidak mungkin terwujud.
"Gagasan bahwa pemerintah Iran dapat begitu saja kembali ke status quo sebelumnya dinilai tidak realistis," kata Sabaileh.
-- Hasil akhir, termasuk setiap pengaturan keamanan, akan ditentukan di medan perang, bukan melalui perundingan yang didasarkan pada tuntutan saat ini, kata Refaat Badawi, mantan penasihat politik mendiang perdana menteri Lebanon Salim al-Hoss.