CARAPANDANG - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan ketersediaan stok pangan utama di Provinsi Aceh dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang bulan Ramadan. Namun, pemerintah melakukan langkah antisipasi khusus dengan meningkatkan cadangan logistik di sejumlah daerah pegunungan yang rawan terdampak gangguan distribusi akibat bencana.
“Pangan sangat cukup. Saya sudah ngecek Bulog. Stok Bulog saya tiap hari mendapat data,” tegas Tito mengutip dari Kumparan, Selasa (10/2).
Ia mencontohkan, untuk Kabupaten Bener Meriah, stok beras yang semula 500 ton akan segera ditambah.
Kekhawatiran utama, menurut Tito, terletak pada kerentanan distribusi di wilayah-wilayah pegunungan seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, serta daerah seperti Sibolga dan Nias.
Pengalaman bencana sebelumnya menunjukkan daerah-daerah tersebut hanya memiliki cadangan logistik untuk dua hingga tiga hari karena tidak terbiasa menghadapi kondisi darurat.
Oleh karena itu, Tito telah menginstruksikan Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional untuk meningkatkan stok cadangan di wilayah rawan tersebut menjadi cukup untuk kebutuhan tiga bulan.
“Jadi kalau terjadi apa-apa, selama tiga bulan mereka bisa survive. Pemerintah pusat pasti dalam waktu seminggu sudah bisa menyelesaikan,” jelasnya.