Beranda Feature Memulai Hari Tanpa Gorengan, Makanan Kukus-Rebus Kian Diminati

Memulai Hari Tanpa Gorengan, Makanan Kukus-Rebus Kian Diminati

Foto menunjukkan lapak makanan kukus dan rebus yang ada di sebuah stasiun kereta rel listrik (KRL) di Jakarta pada 19 Juni 2026. (Carapandang/Xinhua/Ferdi)

0
Xinhua

   "Penderita diabetes dianjurkan menerapkan konsep 3 TJ. Pertama, tepat jenis dalam memilih karbohidrat dengan GI rendah dibanding karbohidrat kompleks olahan. Kedua, tepat jumlah dalam mengontrol porsi makanan dan mengimbanginya dengan porsi protein serta serat yang adekuat. Dan, ketiga, tepat jam dalam mengatur waktu makan secara konsisten demi menjaga kestabilan kadar glukosa darah," urainya.

   Pada akhirnya, metode memasak dengan cara dikukus atau direbus memang sangat dianjurkan, terutama bagi individu yang sedang mengontrol berat badan karena dapat memangkas asupan kalori dari minyak secara signifikan. Namun, penurunan berat badan yang berkelanjutan tetap membutuhkan dukungan faktor lain seperti olahraga, kualitas tidur, tingkat stres, dan kecukupan air putih.

   Milda menegaskan prinsip "diet should be fun". Jangan sampai pembatasan makanan memicu stres berlebih yang justru berujung pada fenomena diet yoyo, saat berat badan naik-turun drastis akibat diet ekstrem yang memicu relapse ke pola makan lama, tuturnya.

   Kembali ke penganan lokal yang minim proses seperti yang dilakukan Ella dan difasilitasi oleh pedagang seperti Hartono dapat menjadi salah satu langkah awal menuju pola makan yang lebih seimbang. Selama dijalani dengan konsep gizi seimbang dan tanpa obsesi berlebih, tren makanan kukus dan rebus ini berpotensi besar bergeser dari sekadar tren musiman menjadi sebuah investasi kesehatan seumur hidup bagi masyarakat Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait