“Untuk mendukung kesiapan daya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN dalam penambahan daya listrik sekolah secara gratis. Langkah strategis ini dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara maksimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur dasar,” tambah Abdul Mu’ti.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak ditentukan oleh perangkat semata, tetapi oleh kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Karena itu, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat turut melaksanakan program pengimbasan berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching kepada sekolah penerima bantuan.
Sepanjang tahun 2025, sebanyak 20 satuan pendidikan di Teluk Bintuni mendapatkan pendampingan intensif yang terdiri atas 5 PAUD, 5 SD, 5 SMP, dan 5 SMA. Melalui program ini, guru dan kepala sekolah memperoleh penguatan kapasitas dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran sehingga perangkat yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Keberlanjutan program juga diperkuat melalui kehadiran mentor daerah yang mendampingi sekolah-sekolah penerima bantuan. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi digital benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas.