Beranda Politik Memahami Arsitektur Bahasa Politik pada Angka Ekonomi

Memahami Arsitektur Bahasa Politik pada Angka Ekonomi

Di atas kertas kerja para ekonom atau dalam infografis lembaga keuangan, dunia diukur melalui angka-angka yang presisi: pertumbuhan produk domestik bruto, grafik nilai tukar, hingga kalkulasi inflasi yang rumit

0
Memahami arsitektur bahasa politik pada angka ekonomi

CARAPANDANG - Di atas kertas kerja para ekonom atau dalam infografis lembaga keuangan, dunia diukur melalui angka-angka yang presisi: pertumbuhan produk domestik bruto, grafik nilai tukar, hingga kalkulasi inflasi yang rumit.

Di ruang rapat yang steril, rumus-rumus ekonomi menjadi panglima. Segalanya harus terukur, berbasis data, dan nyaris tak menyisakan ruang bagi salah tafsir.

Namun, begitu data ekonomi yang rumit itu dibawa keluar ruangan, melintasi koridor kekuasaan, dan dideklamasikan di hadapan jutaan rakyat di lapangan terbuka, hukum-hukum ilmu ekonomi itu mendadak luntur. . Sains yang diklaim presisi itu harus berhadapan dengan hukum yang jauh lebih tua: komunikasi massa dan pengelolaan psikologi publik.

Bagi sebagian kalangan yang terbiasa berpikir tekstual, pernyataan para pemimpin publik yang menyederhanakan urusan ekonomi global sering kali memicu respons instan. Muncul tudingan, nyinyiran, hingga kesimpulan bahwa pengambil keputusan tertinggi tidak paham duduk perkara.

"Bagaimana bisa urusan ekonomi makro yang berdampak sistemik disederhanakan begitu saja?" Begitu kira-kira gugatan yang sering mampir di lini masa media sosial.

Benarkah ini tanda ketidakpahaman? Atau jangan-jangan, analisis kita yang terlalu naif? Menilai ucapan seorang politisi dengan kacamata buku teks kuliah adalah sebuah kekeliruan mutlak.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait