Beranda Internasional Meksiko Memanas Jelang Piala Dunia 2026: Protes Guru, Visa Iran, hingga Ancaman Kartel

Meksiko Memanas Jelang Piala Dunia 2026: Protes Guru, Visa Iran, hingga Ancaman Kartel

Presiden FIFA Gianni Infantino telah memastikan Meksiko tidak akan kehilangan status tuan rumah.

0
Timnas Iran tiba di Meksiko, namun tim pelatih mendapatkan masalah serius tentang Visa (AFP)

Sebanyak 15 staf pendukung, termasuk pejabat federasi, dideportasi atau ditolak masuk oleh AS dengan alasan keamanan nasional terkait dugaan afiliasi dengan Garda Revolusi.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengeluh keras kepada wartawan. "Biasanya dalam turnamen ini, sebelum urusan teknis, pertimbangan etis dan kemanusiaan harus dihormati. Saya rasa itu tidak terjadi pada kami," ujarnya.

Iran akan bermarkas di Tijuana, Meksiko, meskipun seluruh pertandingan grup mereka (melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir) berlangsung di Los Angeles dan Seattle, Amerika Serikat.

Kota Guadalajara, yang akan menggelar empat pertandingan, masih dibayangi trauma pasca pembunuhan gembong narkoba El Mencho, pemimpin Kartel Jalisco New Generation, pada Februari lalu.

Laporan Franceinfo mengungkapkan bahwa warga setempat memasang poster ribuan orang hilang korban kartel di area fan zone.

Pelaku bisnis juga mengaku dipaksa membayar "kontribusi" terselubung kepada kartel per turis. Beberapa kuburan massal ditemukan di sekitar stadion.

Sebanyak 10.000 aparat keamanan telah dikerahkan untuk mengamankan turnamen. Pemerintah Meksiko memastikan semua stadion dan akomodasi tim siap digunakan, termasuk Bandara Internasional Benito Juarez yang renovasinya belum 100 persen rampung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari FIFA mengenai potensi penjadwalan ulang atau pengalihan lokasi pertandingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait