Beranda Daerah Longsor dan Banjir Terjang Lereng Gunung Slamet, Satu Tewas dan Ratusan Mengungsi

Longsor dan Banjir Terjang Lereng Gunung Slamet, Satu Tewas dan Ratusan Mengungsi

Kejadian tersebut berdampak pada beberapa kabupaten termasuk Pemalang, Purbalingga, Banyumas, dan Tegal.

0
Kondisi rumah akibat longsor di lereng Gunung Slamet (Antara Foto)

CARAPANDANG - Bencana tanah longsor dan banjir melanda sejumlah daerah di lereng Gunung Slamat pada Jumat malam (23/1/2026), mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Kejadian tersebut berdampak pada beberapa kabupaten termasuk Pemalang, Purbalingga, Banyumas, dan Tegal.

Di Pemalang, luapan Sungai Penakir di Kecamatan Pulosari menyebabkan seorang warga laki-laki berinisial T (45), warga Dukuh Wanasari, tewas terbawa arus.

Jenazah korban ditemukan warga di sekitar jembatan Sungai Kali Penakir, wilayah Dukuh Tretep, Kecamatan Moga, pada Sabtu (24/1) dini hari, dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Selain itu, 92 warga dari Desa Penakir yang terdampak luapan sungai telah dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pulosari.

Pihak berwenang telah membuka posko darurat dan melakukan koordinasi untuk penanganan serta pembersihan material banjir.

Bencana serupa juga melanda daerah lain. Di Purbalingga, banjir bandang menerjang Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, mengisolasi akses jalan menuju dua dusun dan menyebabkan 79 jiwa dari 21 keluarga mengungsi.

Sementara di Banyumas, banjir lumpur dengan ketinggian 70-90 cm terjadi sejak Sabtu dini hari di aliran Sungai Kali Pangkon dan sekitar objek wisata Telaga Sunyi.

BPBD setempat bersama unsur muspika telah melakukan penanganan. Kondisi air dilaporkan telah surut pada Sabtu pagi tanpa korban jiwa atau kerusakan permukiman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait