CARAPANDANG - Sebanyak lima pesawat pengisian bahan bakar (tanker) milik Angkatan Udara Amerika Serikat rusak akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi, dalam beberapa hari terakhir. Demikian dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip dua pejabat AS, Sabtu (14/3/2026).
Pesawat-pesawat tipe KC-135 Stratotanker tersebut terkena serangan saat sedang diparkir di landasan pangkalan yang menjadi markas penting pasukan AS di kawasan Timur Tengah itu.
Pejabat AS menyebutkan bahwa pesawat-pesawat tersebut rusak namun tidak hancur dan saat ini sedang dalam proses perbaikan. Tidak ada korban jiwa dalam serangan rudal tersebut.
Serangan ini menambah daftar kerusakan alutsista AS dalam konflik melawan Iran. Setidaknya tujuh pesawat tanker AS kini dilaporkan rusak atau hancur sejak perang pecah, termasuk insiden tabrakan dua pesawat KC-135 di Irak pada Kamis (12/3/2026) yang menewaskan enam awak pesawat.
Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya mengonfirmasi bahwa pesawat yang jatuh di Irak barat tersebut sedang mendukung Operasi Epic Fury, kampanye militer AS-Israel yang menargetkan infrastruktur militer Iran.
CENTCOM menegaskan bahwa jatuhnya pesawat tersebut bukan disebabkan tembakan musuh maupun tembakan pihak sahabat (friendly fire).
Namun, kelompok milisi pro-Iran di Irak yang tergabung dalam Islamic Resistance in Iraq mengklaim bertanggung jawab atas tembakan jatuh pesawat tersebut. Klaim ini dibantah oleh militer AS.