CARAPANDANG - Setelah rival abadinya, Barcelona, kembali gagal melakukan remontada dan tersingkir dari Liga Champions, sorotan kini beralih ke Real Madrid. Los Blancos akan menjalani laga hidup mati pada leg kedua perempat final melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB, dengan status tertinggal agregat 1-2.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, yang menggantikan Xabi Alonso pada Januari 2026, menegaskan bahwa timnya tidak membutuhkan keajaiban untuk membalikkan keadaan.
Ia optimistis skuad asuhannya mampu menembus pertahanan solid Bayern yang dijaga kiper Manuel Neuer, yang dinilai sebagai pemain terbaik pada leg pertama di Bernabeu.
"Siapa pun yang mengenal Real Madrid tidak akan menganggap kemenangan di sini sebagai keajaiban. Kami memiliki mentalitas 15 gelar juara," tegas Arbeloa dikutip dari laman resmi klub.
Sementara itu, situasi di kubu Barcelona justru sebaliknya. Setelah bermain imbang 4-4 di kandang Atletico Madrid pada leg pertama perempat final, skuad Hansi Flick dipastikan tersingkir setelah hasil agregat tidak memihak.
Kegagalan ini memperpanjang rekor buruk Barcelona yang sudah sembilan musim beruntun tanpa gelar Liga Champions.
Kondisi tersebut kontras dengan pencapaian Real Madrid dalam dekade terakhir yang telah mengoleksi lima trofi si Kuping Besar.