Menanggapi sinyal dari Pyongyang, Gedung Putih menyatakan kesiapan untuk berdialog tanpa prasyarat. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada media Korea Selatan pada Kamis (26/2/2026) bahwa Presiden Donald Trump, yang telah mengadakan tiga pertemuan bersejarah dengan Kim selama masa jabatan pertamanya, tetap bersedia untuk terlibat dalam dialog.
Namun demikian, pejabat tersebut menegaskan bahwa kebijakan AS terhadap Korea Utara tidak berubah.
"Kebijakan AS terhadap Korea Utara tetap tidak berubah," kata pejabat tersebut, merujuk pada tujuan denuklirisasi Semenanjung Korea yang selama ini menjadi fondasi kebijakan Washington .
Trump sendiri sebelumnya sempat menyebut Korea Utara sebagai "semacam kekuatan nuklir" dalam kunjungannya ke Asia tahun lalu, yang dianggap sebagai penyimpangan dari kebijakan tradisional AS.