Ia menekankan, Kopdes Merah Putih akan menjadi simpul distribusi yang memperkuat posisi desa. Produk-produk desa akan dikelola bersama, didukung aset koperasi seperti gerai dan kendaraan distribusi, serta ditopang gudang di tingkat kabupaten. “Produk desa juga lebih terjamin karena ada gudang besar di tingkat kabupaten yang menampung dan mendistribusikan ke pasar yang membutuhkan,” ujar Yandri.
Keberadaan koperasi desa ini juga diharapkan memberi dampak langsung bagi warga. Akses terhadap kebutuhan pokok seperti LPG, pupuk, dan sembako menjadi lebih mudah dan terjangkau, sementara keuntungan koperasi akan kembali menjadi manfaat bagi desa.
Dengan integrasi Dana Desa, Koperasi Desa Merah Putih, dan program Makan Bergizi Gratis, Yandri optimistis pembangunan desa tidak lagi bersifat sektoral. Desa bukan hanya objek pembangunan, melainkan pelaku utama ekonomi lokal yang berdaya dan berkelanjutan.
Di Boyolali, Kopdes Merah Putih menjadi lebih dari sekadar koperasi. Ia diproyeksikan sebagai jalan desa untuk mengangkat potensi sendiri, memperkuat kemandirian, dan memastikan hasil kerja rakyat desa memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat. dilansir infopublik.id