CARAPANDANG – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan dibangun di desa-desa dan kelurahan-kelurahan di tanah air diharapkan akan bisa membebaskan masyarakat dari persoalan ekonomi.
Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono saat menutup Indonesian Ramadhan Expo (INRA) 2026, di Gedung Smesco, Jl. MT. Haryono, Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.
Dia berharap dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih masyarakat desa tidak lagi terjerat pinjaman online atau rentenir.
"Kopdes Merah Putih ini akan siapkan lembaga keuangan mikro yang akan memberikan alternatif supaya masyarakat tidak terjerat pinjol, judol, dan rentenir,"ujarnya.
Selanjutnya Ferry mengatakan bahwa KDMP akan dibangun di 80.000 desa-desa dan kelurahan di tanah air, dalam target waktu 2 bulan mendatang sudah bisa beroperasi penuh. Tapi dia menegaskankan bahwa adanya KDMP bukan untuk mematikan gerai-gerai ritel modern yang sudah lebih dulu ada.
Maka itu, Ferry menantang Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) dan ormas-ormas Islam lainnya untuk memanfaatkan Kopdes Merah Putih sebagai pusat pengembangan ekonomi yang baru.
"Kita akan berkembang bersama-sama," tutur Menkop dikutip pada Senin, 9 Maret 2026.