Beranda Ekonomi Konflik Timur: Harga Minyak dan Gas Melonjak, Penerbangan Global Lumpuh

Konflik Timur: Harga Minyak dan Gas Melonjak, Penerbangan Global Lumpuh

Konflik yang disertai serangan terhadap fasilitas energi dan kapal tanker di Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran krisis pasokan global.

0
ilustrasi

CARAPANDANG - Eskalasi konflik antara pasukan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran terus meluas, memicu guncangan hebat pada pasar energi global dan melumpuhkan industri penerbangan di kawasan Teluk untuk hari keempat. Dampaknya langsung terasa dari lonjakan harga minyak dan gas, penguatan dolar AS, hingga pembatalan puluhan ribu penerbangan yang membuat ratusan ribu penumpang terlantar.

Konflik yang disertai serangan terhadap fasilitas energi dan kapal tanker di Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran krisis pasokan global. Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, melonjak 4,7% menjadi USD81,40 per barel, level setelmen tertinggi sejak Januari 2025.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melompat 4,7% ke posisi USD74,56 per barel. Sejak konflik pecah pada akhir pekan lalu, harga Brent telah melejit sekitar 12%.

Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas energi lainnya. Harga gas Eropa dilaporkan melonjak hingga 70% , sementara kontrak berjangka minyak solar AS melambung sekitar 10% ke level tertinggi sejak Oktober 2023.

Produsen minyak terbesar kedua di OPEC, Irak, terpaksa memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari. Negara-negara lain seperti Qatar menghentikan produksi LNG, sementara Arab Saudi menghentikan operasional kilang terbesarnya .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait