Beranda Umum Komnas Haji: Sistem 'War Tiket' Tidak Mudah

Komnas Haji: Sistem 'War Tiket' Tidak Mudah

Komisi Nasional Haji dan Umrah menilai penerapan sistem 'war tiket' tidak mudah guna mengatasi persoalan masa antrean haji

0
Haji

CARAPANDANG - Komisi Nasional Haji dan Umrah menilai penerapan sistem 'war tiket' tidak mudah guna mengatasi persoalan masa antrean haji. Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj menyebut wacana tersebut sangat sulit terealisasi karena daya tampung lahan terbatas.

Penerapan sistem 'war tiket' menjadi upaya terbaru pemerintah pusat guna memperpendek daftar tunggu pendaftar ibadah haji nasional. Masyarakat harus berkompetisi dalam memperoleh kuota keberangkatan demi mengurangi masa tunggu jemaah yang kini sangat lama.

Mustolih menyebut masalah utama masa tunggu jamaah adalah minimnya penambahan luas lokasi utama untuk kegiatan puncak haji. Kapasitas tempat bagi jutaan jamaah tidak bertambah meskipun jumlah pendaftar haji terus meningkat setiap tahunnya.

“Tempat Arafah, Muzdalifah, dan Mina dari dulu sampai sekarang tidak berubah, tidak pernah bertambah luas. Oleh karena itu, kebijakan 'war tiket' atau terobosan apa pun untuk mengurai antrian tidak mudah seandainya tidak ada penambahan kapasitas,” kata Mustolih 

Tiga lokasi utama itu merupakan titik puncak rangkaian ibadah bagi seluruh umat Islam saat menjalani prosesi haji. Jemaah melaksanakan wukuf 9 Dzulhijah lalu bermalam di Muzdalifah serta melempar jumrah hingga tanggal 13 Dzulhijah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait