CARAPANDANG – Anggota Komisi VIII DPR, Lisda Hendrajoni berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Dan dia juga meminta agar Kementerian Haji melakukan pembenahan secara menyeluruh agar masalah klasik tidak terulang kembali.
Masalah klasik yang dimaksud yakni mulai dari layanan katering, kualitas konsumsi, transportasi, hingga akomodasi jemaah di Arab Saudi.
“Dari masalah katering, tahun lalu sempat ada keterlambatan sampai berapa jam. Tentu kita berharap tahun ini tidak terjadi hal seperti itu,"ujarnya dalam keterangannya, Kamis 14 Mei 2026.
Maka itu dia meminta kepada seluruh pihak terkait agar memastikan pelayanan haji berjalan optimal. Ini sangat penting, karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan jutaan jemaah asal Indonesia.
Selanjutnya dia mengatakan, sejak awal Komisi VIII DPR sudah mengingatkan kepada pemerintah maupun penyedia layanan untuk memperketat pengawasan dan kontrak kerja sama demi memastikan standar pelayanan benar-benar terpenuhi.
“Ya, memang kita sudah mengingatkan sekali ya, dari awal-awal. Seperti hotel itu ada jarak yang sudah ditetapkan, yaitu 4,5 kilometer,” kata Lisda.
Selain persoalan konsumsi dan penginapan, Lisda juga memberi perhatian serius terhadap layanan transportasi jemaah, khususnya saat puncak ibadah di Armuzna.
Lisda memastikan Komisi VIII DPR akan terus mengawal evaluasi penyelenggaraan haji agar pelayanan terhadap jemaah Indonesia semakin manusiawi, aman, dan layak.