CARAPANDANG - Di saat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memulai kunjungan kenegaraannya ke China, yang merupakan kunjungan pertama oleh seorang presiden AS dalam hampir sembilan tahun terakhir, kedua negara dihadapkan pada kesempatan untuk menjajaki pembangunan hubungan China-AS yang strategis, konstruktif, dan stabil.
Tinjauan terhadap hubungan bilateral, yang telah menjaga stabilitas secara keseluruhan meskipun mengalami berbagai pasang surut, menunjukkan bahwa diplomasi kepala negara selalu berperan sebagai "jangkar" hubungan tersebut, memainkan peran pemandu strategis yang tak tergantikan, serta memberikan pelindung strategis yang penting bagi peningkatan dan pengembangan hubungan bilateral.
Selama lebih dari setahun terakhir, Presiden China Xi Jinping dan Presiden Trump terus menjalin komunikasi yang baik, termasuk melalui sejumlah panggilan telepon dan pertemuan yang sukses di Busan, Korea Selatan, menetapkan arah dan haluan bagi hubungan bilateral. Sejak pertemuan di Busan pada Oktober tahun lalu, hubungan China-AS telah mempertahankan kestabilan secara keseluruhan dan momentum positif, sebuah perkembangan yang disambut baik oleh kedua negara maupun komunitas internasional.