Berapa banyak keputusan hidup yang kita tunda hanya karena takut tidak disetujui orang lain? Berapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan hanya karena khawatir dianggap aneh? Padahal, tidak semua yang disukai manusia itu baik, dan tidak semua yang tidak disukai manusia itu salah.
Jika kita terus mengejar agar semua orang puas, kita akan kelelahan sendiri. Karena standar manusia itu berubah-ubah, dan tidak pernah benar-benar sama.
Nasihat Imam Syafi’i mengajarkan satu hal penting: ukur hidupmu dengan kebenaran, bukan dengan keramaian pendapat manusia. Fokus pada apa yang memperbaiki dirimu, bukan pada apa yang membuat semua orang setuju.
Bukan berarti kita tidak boleh mendengar orang lain, namun maksudnya, kita tidak boleh kehilangan arah karena mereka.
Pada akhirnya, hidup ini bukan tentang menjadi paling disukai, tetapi tentang menjadi paling benar dalam langkah yang kita pilih.