Beranda Sosok Kisah Nenek Marsiyah 105 Tahun: Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji

Kisah Nenek Marsiyah 105 Tahun: Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji

Siapa sangka, perjalanan suci jemaah tertua se-Indonesia ini bermula dari sebuah kaleng sederhana. Bertahun-tahun silam, warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini rutin menyisihkan uang hasil berjualan bubur di depan rumahnya. Niatnya hanya satu: bisa melihat Kabah secara langsung.

0
Kisah Nenek 105 Tahun Menabung di Kaleng dari Jual Bubur Demi Berhaji

CARAPANDANG - Perjalanan panjang ke Tanah Suci akhirnya berbuah manis bagi Marsiyah Salim (105).

Begitu tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, ucapan syukur "Alhamdulillah" bersahutan menyambut kedatangannya, Jumat (22/5/2026).

Nenek dari rombongan kloter SUB 112 itu lantas dibantu berjalan menuju kursi roda.

Raut wajahnya tidak tampak lelah, meski baru saja melewati penerbangan panjang. Marsiyah yang lahir pada 1 Juli 1921 ini justru terlihat tenang dan bersyukur.

"Ayem (sudah tenang)," ucapnya singkat saat ditanya perasaannya setelah tiba di Tanah Suci.

Siapa sangka, perjalanan suci jemaah tertua se-Indonesia ini bermula dari sebuah kaleng sederhana.

Bertahun-tahun silam, warga Kabupaten Kediri, Jawa Timur ini rutin menyisihkan uang hasil berjualan bubur di depan rumahnya. Niatnya hanya satu: bisa melihat Kabah secara langsung.

"Menabung, saya jualan jenang (bubur). Nabung dikit-dikit di kaleng. Kadang Rp 5 ribu, Rp 2 ribu. Setelah terkumpul saya hitung, lalu ditambahi anak saya," kenang Marsiyah saat diwawancarai, Jumat (22/5/2026)

Kondisi fisik Marsiyah memang terbilang sangat baik di usianya yang sudah lebih dari satu abad. Untuk menjaga staminanya sebelum berangkat, ia punya rutinitas olahraga ringan, meski tak lagi bisa memaksakan diri.

"Jalan-jalan saja di rumah, sebentar-sebentar saja, enggak kuat lama,” ungkapnya.

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait