Beranda Inspirasi kisah Londo Ireng: Sejarah Tentara Afrika yang Didatangkan Belanda Usai Perang Diponegoro

kisah Londo Ireng: Sejarah Tentara Afrika yang Didatangkan Belanda Usai Perang Diponegoro

Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung istilah “Londo Ireng” saat berpidato dalam Puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7). Dalam pidatonya, Prabowo menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan pihak-pihak yang menurutnya tidak berpihak pada kepentingan bangsa

0
Londo Ireng: Sejarah Tentara Afrika yang Didatangkan Belanda Usai Perang Diponegoro

Pada 1859, pemerintah Hindia Belanda membeli lahan untuk diberikan kepada para serdadu Afrika. Tentara yang masih lajang diizinkan menikah dengan perempuan pribumi dan memperoleh tanah seluas sekitar 1.151 meter persegi untuk membangun rumah sekaligus menggarap lahan pertanian.

Permukiman tersebut hingga kini masih dikenal sebagai Kampung Afrikan, yang berada di Kelurahan Pangen Jurutengah, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Di kawasan itu masih dapat dijumpai sejumlah bangunan bergaya kolonial, pagar beton peninggalan Belanda, hingga nama Jalan Afrikan yang menjadi penanda sejarah keberadaan komunitas keturunan tentara Afrika di wilayah tersebut.

“Daerah yang ditempati oleh para tentara bayaran dari Afrika itu hingga sekarang dikenal dengan Kampung Afrikan, bahkan nama jalan masuk ke kampung juga diberi nama jalan Afrikan. Pemukiman itu terletak di Kelurahan Pangen Jurutengah, Kecamatan Purworejo. Jalan Afrikan itu merupakan jejak Londo Ireng di Purworejo,” pungkas Atas.

Sejarah Londo Ireng menunjukkan bahwa Perang Diponegoro tidak hanya mengubah peta politik Jawa, tetapi juga memengaruhi kebijakan militer Belanda hingga harus merekrut ribuan tentara dari Afrika Barat. Jejak mereka masih dapat ditemukan di Purworejo sebagai bagian dari sejarah kolonial Indonesia.

 

  • Tags

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait