Walt bahkan memelopori bidang baru: Imagineering, yaitu penggabungan antara imagination (imajinasi) dan engineering (rekayasa teknik). Ia bukan sekadar membangun wahana, tapi pengalaman. Pertanyaan siapa itu Walt Disney kini telah berkembang: ia bukan sekadar pencipta karakter, tapi arsitek dunia fantasi.
Warisan Yang Tak Pernah Mati
Ketika Walt meninggal pada 15 Desember 1966 karena kanker paru-paru, dunia merasa kehilangan bapak dongengnya. Tapi Walt Disney tak pernah benar-benar pergi. Warisannya hidup dalam lebih dari 500 film, dalam tawa anak-anak di Disney World, dan dalam air mata haru saat menonton The Lion King atau Encanto.
Kini, The Walt Disney Company adalah salah satu konglomerat media terbesar di dunia. Di bawah naungannya, kemudian lahir juga studio-studio sukses, seperti Marvel, Pixar, Lucasfilm, hingga 20th Century Studios. Lebih banyak lagi film-film kartun yang lahir dari tangan para artis, memungkinkan kita untuk terus berimajinasi.
Kita bisa menjawab kembali siapa itu Walt Disney: dia adalah pria yang percaya bahwa imajinasi adalah bentuk kekuatan paling murni dari manusia. Bahwa dunia tak harus seperti yang ada, tapi bisa seperti yang kita bayangkan dan kita bangun.