Peluang emas belajar ke luar negeri secara gratis ini tak lantas membuatnya melupakan Tanah Air. Amel bertekad kuat untuk kembali ke Indonesia usai lulus guna membenahi tata kelola lingkungan dan mengoptimalkan potensi kekayaan alam nasional.
"Karena saya lahir dan besar di Indonesia juga, selain karena ada keluarga yang tentunya juga harus saya jaga. Dari Indonesia sendiri kan kaya akan sumber daya dan mungkin saat ini kondisinya butuh perbaikan. Jadi harapannya di masa depan bisa diubah menjadi lebih baik," tutur Amel.
Menyambung cerita inspiratif tersebut, Rafa turut membagikan rasa syukurnya yang mendalam atas kesempatan beasiswa ini. Baginya, beasiswa ini menjadi jalan utama untuk membahagiakan sekaligus membebaskan orang tuanya dari tanggungan beban Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Siswa SMA Unggul Garuda, SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta Muhammad Rafa Alfalah Dermawan yang berhasil lolos untuk berkuliah di program studi Environmental Science, Wageningen University, Belanda melalui jalur beasiswa di Jakarta, Senin (22/6/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad
Dalam hal strategi belajar, Rafa mengaku memiliki metode adaptasi yang cukup unik, yakni dengan sengaja memanipulasi algoritma media sosialnya agar terus memunculkan berbagai konten materi edukasi guna memancing dirinya memecahkan rasa penasaran.