Atas keberhasilan itu, ia mendapatkan akses memasuki perpustakaan Raja yang berisi manuskrip langka. Perpusatakaan itu yang kemudian memfasilitasi kegiatan penelitiannya.
Karya Ibnu Sina
Karya terbesar dan paling berpengaruh Ibnu Sina dalam bidang kedokteran adalah “Al Qanun Fil - Tibb” sebuah ensiklopedia medis monumental yang menggabungkan pengetahuan medis dari berbagai budaya dan peradaban sebelumnya.
Buku ini bukan hanya rujukan medis utama di dunia Islam, tetapi juga menjadi panduan penting bagi praktisi medis di seluruh dunia selama berabad-abad.
Dalam buku ini disebutkan bahwa sakit itu tidak selalu disebabkan oleh fisik yang lemah, tetapi bisa juga karena faktor kejiwaan yang bermasalah.
Buku ini juga memberikan kontribusi bagi kedokteran modern, seperti temuan beberapa penyakit menular, salah satunya tuberculosis (TBC).
Perlu diketahui, Ibnu Sina merupakan dokter pertama yang mendiagnosa meningitis, bagian mata, dan katup jantung, serta temuannya saraf yang terhubung dengan nyeri otot.
Buku Al-Qanun Fil-Tibb dipakai oleh para pengajar medis di Barat untuk memperkenalkan prinsip dasar sains pada mahasiswanya, karena memuat praktik dan teori kedokteran seperti penjelasan dalam teks-teks Yunani-Romawi
Selain Al-Qanun Fil-Tiib, beberapa karya Ibnu Sina yang masyhur adalah: