Ia juga menaruh harapan sekiranya kegiatan ini bukan kegiatan seremonial, melainkan bagaimana kedepannya bisa ada aksi nyata dari kegiatan yang sudah dilaksanakan. “Insyaallah GOW akan memprogramkan atau memprioritaskan kegiatan di tahun 2025 selain penuntasan stunting, juga kegiatan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Insyaallah dengan program-program yang telah digagas oleh Muslimat NU menjadi acuan oleh organsiasi lainnya”,pungkas Sekretaris, Mirhan Bumulo.
Sebelumnya, Ketua Muslimat Pohuwato, Ismiati menyampaikan bahwa Organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat sosial keagamaan salah satu badan otonom dari Nahdlatul Ulama. Didirikan pada 26 Rabiul Akhir 1365 Hijriah bertepatan dengan tanggal 29 Maret 1946 di Purwokerto, kini orgaisasi ini dipimpin oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat, Hj. Khofifah Indar Parawansa.
Muslimat NU merupakan salah satu organisasi perempuan yang terbesar di dunia dengan struktur kepengurusan di Indonesia dari pimpinan pusat, pimpinan wilayah, pimpinan cabang, pimpinan anak, sampai di pimpinan anak ranting. “Kalau yang berada di Luar Negeri namanya pimpinan cabang istimewa (PCI)”,katanya.
Menurut Ismiati, sekarang ini banyak kasus yang sering terjadi berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang sering kita lihat, kita dengar, baik itu di media sosial, di lingkungan sekitar bahkan di lingkungan keluarga kita sendiri.