Beranda Internasional Kepala IEA Peringatkan Pasar Minyak Global Mendekati "Zona Merah" Akibat Krisis Iran

Kepala IEA Peringatkan Pasar Minyak Global Mendekati "Zona Merah" Akibat Krisis Iran

Kepala IEA itu menilai guncangan minyak saat ini lebih dramatis dibandingkan tiga krisis energi besar sebelumnya, yakni pada tahun 1973, 1979, dan krisis tahun 2022 akibat invasi Rusia ke Ukraina.

0
Ilustrasi

Menurut Birol, solusi terpenting untuk mengatasi guncangan energi akibat perang Iran adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan tanpa syarat . Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia telah terganggu sejak awal Maret 2026.

Sambil menunggu solusi tersebut, Birol menegaskan bahwa IEA siap berkoordinasi dengan 32 negara anggotanya untuk melepaskan lebih banyak cadangan minyak strategis jika diperlukan.

Sebelumnya, pada Maret 2026, IEA telah mengoordinasikan pelepasan 400 juta barel cadangan strategis.

Birol mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen dari total cadangan kolektif IEA saat ini masih utuh dan belum dilepaskan.

Birol mengungkapkan kekhawatirannya terhadap negara-negara yang sangat bergantung pada pendapatan minyak, seperti Irak. Menurutnya, Irak menghadapi kesulitan keuangan yang parah akibat berkurangnya pendapatan ekspor minyak.

Keterbatasan kapasitas penyimpanan juga memaksa Irak menutup sejumlah ladang minyak yang kemungkinan akan sulit dan rumit untuk dioperasikan kembali.

Di sisi lain, Birol memperkirakan bahwa reputasi Timur Tengah sebagai pemasok energi yang aman telah rusak akibat krisis ini.

Ia memprediksi negara-negara akan bersedia membayar harga lebih tinggi untuk pasokan dari sumber yang lebih aman serta akan beralih ke energi terbarukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terkait
Berita Terkait