Selanjutnya dia mengatakan bahwa Status Siaga 1 yang ditetapkan sejak Juni 2025 masih berlaku. Maka itu, pihaknya meminta kepada WNI yang berada di Iran terus waspada.
“Status Siaga 1 untuk Iran yg ditetapkan sejak Juni 2025 lalu masih berlaku. KBRI Tehran juga telah beberapa kali sampaikan himbauan pada WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan wilayah Iran secara mandiri sekiranya kondisi keamanan di wilayah mereka tidak kondusif,” jelas Heni.
Lebih jauh ditegaskan, seluruh rencana darurat tetap disiapkan termasuk berbagai opsi jalur evakuasi apabila dibutuhkan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya tekanan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Laporan menyebut Washington telah mengumpulkan 16 kapal perang, sekitar 40.000 personel militer, serta sedikitnya tujuh sayap udara tempur di kawasan Timur Tengah.
Dua sayap udara tambahan kini ditempatkan di atas kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, memperluas daya jangkau tempur di sekitar Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan mengambil keputusan dalam 10 hingga 15 hari ke depan terkait langkah terhadap Iran.
“Sekarang kita mungkin harus melangkah lebih jauh, atau mungkin tidak. Mungkin kita akan membuat kesepakatan (dengan Iran),” ujarnya seperti dikutip dari Axios.
Kemlu Minta WNI di Iran Tetap Waspada
Status Siaga 1 yang ditetapkan sejak Juni 2025 masih berlaku. Maka itu, pihaknya meminta kepada WNI yang berada di Iran terus waspada.