CARAPANDANG - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui penyiapan asesor (penilai) kompetensi profesional guna mendukung percepatan industrialisasi dan meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia.
Dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Senin, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri manufaktur masih menjadi tulang punggung perekonomian, sekaligus salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia.
Oleh karena itu, kebutuhan terhadap SDM industri yang kompeten dan tersertifikasi dinilai semakin penting.
“Pembangunan industri nasional membutuhkan dukungan investasi, teknologi, dan SDM yang kompeten. Karena itu, Kemenperin secara konsisten menyiapkan program pembangunan infrastruktur kompetensi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang profesional dan berdaya saing,” kata Menperin.
Berdasarkan data Kemenperin, industri makanan menjadi sektor manufaktur dengan penyerapan tenaga kerja terbesar pada 2025, dengan kontribusi sekitar 13,86 persen terhadap total tenaga kerja industri manufaktur.
Kondisi tersebut menunjukkan sektor manufaktur tetap memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan berkelanjutan.