CARAPANDANG - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta Perum Bulog bersama pemerintah daerah (Pemda) memperkuat langkah stabilisasi harga beras dan minyak goreng melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif.
Menurutnya, upaya tersebut perlu kembali digencarkan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan.
"Kita lakukan Gerakan Pangan Murah yang masif seperti yang dulu lagi," kata Tomsi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Pembahasan Kelancaran Distribusi Bahan Bakar Minyak dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin.
Tomsi menjelaskan, perkembangan harga beras dan minyak goreng saat ini memerlukan perhatian serius karena tekanan inflasi komoditas tersebut telah terjadi di masing-masing 152 dan 109 kabupaten/kota pada minggu keempat Juli 2026.
Ia menilai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara luas pernah terbukti efektif mengendalikan gejolak harga, yang saat itu berhasil menurunkan jumlah daerah terdampak kenaikan harga hingga hanya sekitar 50 daerah.